Yesus Kristus Sebagai Pemersatu

Efesus 2:14-16

Seorang Teolog William Barcklay menulis dalam bukunya mengenai Surat Efesus, bahwa bangsa Yahudi bukan satu-satunya bangsa yang mendirikan dinding-dinding pemisah. Dunia kuno pun penuh dengan dinding pemisah. Bahkan bangsa Yunani membuat dinding pemisah dengan menyebut bahwa setiap orang yang tak dapat berbahasa Yunani disebut bangsa Barbar. Dan orang Yunani memandang rendah bangsa Barbar (non Yunani). Dunia modern pun penuh dengan dinding pemisah seperti suku bangsa, agama, budaya, warna kulit, status sosial, politik, ekonomi dan lain-lain.

Yesus Kristus hadir ke dalam dunia ini untuk mero-bohkan dinding-dinding pemisah tersebut. Yesus Kristus mempersatukan Allah dengan manusia dan manusia dengan sesamanya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Allah menugaskan orang percaya di dalam Kristus, untuk membuat dunia ini saling mengasihi dan hidup dalam persaudaraan.  Yesus Kristus sumber utama kedamaian yang mempersatukan umat-Nya. Perseteruan hukum Taurat telah didamaikan oleh Yesus melalui kematian-Nya, sehingga umat ciptaan-Nya menjadi manusia baru. Yesus Kristus sebagai pemersatu baik orang Yahudi yang ketat menjalankan Taurat maupun orang bukan Yahudi, dan mereka telah menerima pendamaian yang sempurna dari-Nya.

Sebagai keluarga Kristen, marilah kita mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia dan di dalamnya mengasihi musuh (Matius 5:44). Hukum Kasih inilah yang telah meruntuhkan dinding-dinding pemisah di antara sesama manusia yang telah dipersatukan dan diperdamaikan. Amin.

 

Doa: Allah Bapa di sorga, kami berterima kasih sebab Engkau telah menghadirkan Tuhan Yesus Kristus yang telah mempersatukan kami dengan-Mu dan dengan sesama manusia. Amin.