Isteri yang Diberkati

Mazmur 128:3a

Setiap suami dan anak-anak selalu berharap istri atau   mamanya adalah seorang figur yang takut akan Tuhan,  menjadi teladan, lemah-lembut dan mampu menata berkat Tuhan. Walaupun pada kenyataan ada isteri-isteri yang tidak mampu menjadi teladan, suka gosip, senang menceritakan kekurangan orang dan selalu ingin bersaing secara tidak sehat dengan tetangga dan saudaranya. Perilaku negatif ini banyak kali merusak kebahagiaan keluarga dan berdampak pada lingkungan. Isteri seharusnya memiliki iman, setia, trampil, tidak boros, rajin dan beriman. Inilah isteri yang ideal.

Pemazmur katakan, isterimu akan menjadi seperti pohon anggur…biasanya petani di Israel menanam pohon anggur karena air buah anggur merupakan minuman yang menyegarkan. Anggur simbol sukacita (bnd.Yoh.2:1-11)  yang menyegarkan dan menggembirakan hati itu dipelihara dengan baik sehinga menjadi pohon yang subur dan menghasilkan buah yang lebat. Selain itu pohon anggur merupakan pohon yang lemah atau mudah patah. Namun bila dipelihara dengan baik dan dilindungi maka ia akan menjadi pohon yang kokoh. Demikian jugalah seorang isteri yang takut akan Tuhan, ia seperti pohon anggur yang memberikan kesegaran dan kegembiraan. Sukacita dan kebahagiaan teralami dalam keluarga ketika isteri benar-benar hidup dalam ketaatan pada Tuhan dan setia kepada suami (bnd. Ef.5:22). Sehingga keluarga yang dibangun akan penuh dengan cinta kasih dan damai sejahtera.

Keluarga Kristen, isteri yang taat dan takut Tuhan diibaratkan seperti pohon anggur, yakni gambaran kepuasan dan sukacita yang diperankannya untuk menemukan dan menghadirkan kebahagiaan, suasana rumah yang damai dan nyaman dalam keluarga (bnd, Amsal 31:10-12). Berbaha-gialah suami, anak, dan cucu jika isterinya, mamanya, omanya yang selalu hidup dalam takut akan Tuhan, setia beribadah, selalu berdoa dan bersyukur, rajin melayani keluarga dan aktif dalam kegiatan jemaat, masyarakat dan sosial lainnya. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat kehidupan. Amin.

 Doa: Ya Tuhan tolonglah orangtua kami, untuk menjadi mama papa yang takut Tuhan, dan sebagai isteri yang memberi teladan dan mengasihi keluarga. Amin.