Sesama Manusia

Lukas 10:28-29

Ketika telepon rumahku berdering, dengan cepat kuangkat gagang telepon dan terdengar suara “Apakah engkau masih kenal dengan suaruku!” Sejenak aku terdiam dan coba mengingat siapa yang menelepon; sebelum kujawab pertanyaannya percakapan berlanjut karena ada informasi tentang penjaga sekolah kami yang mengalami kecelakaan.  Panjang lebar kami bercakap dan akhirnya janjian untuk ketemu karena akan mengumpulkan dan membawa diakonia sebagai bentuk kebersamaan yang sudah dilakukan sejak masa SMA.  Ku sadar bahwa  yang menelepon tadi adalah ketua kelas dan semasa SMA dia juga ketua OSIS di Sekolah.  Eh… kuingat sekarang ternyata kebiasaan yang baik yang pernah kami lakukan 25 tahun yang lalu; dan kami tidak pernah berjumpa setelah selesai dibangku SMA.  Masih begitu melekat dalam ingatanku apa yang dikatakan oleh guru agama Kristen tentang “sesama” dalam kisah orang Samaria yang baik hati. Perkataan Yesus menegaskan bahwa tidak ada orang yang bukan sesama.“Sesama” bukanlah soal dikenal dekat, sebangsa atau dalam persekutuan gereja saja. “Sesama” tergantung cara pandang dan sikap yang dimiliki seseorang terhadap orang lain. Sebagai keluarga, dalam perumpamaan ini kita diajarkan lagi tentang “sesama” dimana bukan sebagai pribadi yang menarik, melainkan sebagai seorang yang mengalami pergumulan.  Perbuatlah demikian kata Yesus! Pertanyaan untuk kita apa artinya jika tahu hal yang baik tapi tidak melakukan hal baik itu? Marilah kita melakukan kebaikan selagi kita hidup dan masih diberi kesempatan ada di dunia ini. Amin.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, ketika kami masih diberi kesempatan untuk berbuat yang baik kepada sesama kami. Amin.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here