Kepekaan Terhadap Firman

Matius 27:19

        Mimpi adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Kamus Bahasa Indonesia mengartikan mimpi yaitu ‘sesuatu yang terlihat atau yang dialami dalam tidur’. Kata mimpi juga sering digunakan untuk menyatakan suatu visi atau cita-cita, misalnya kita sering mendengar orang berkata “jangan takut bermimpi” artinya jangan takut bercita-cita. Mimpi itu memiliki dua sifat, yaitu mimpi yang bersifat “bunga tidur” dan mimpi yang bersifat “profetik”. Mimpi sebagai bunga tidur biasanya disebabkan oleh tekanan/suara batin atau karena kelelahan, sedangkan mimpi profetik menurut kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang berkenaan dengan ramalan atau berhubungan dengan kenabian.

Secara khusus bacaan dalam ayat 19, bahwa mimpi jenis ini adalah mimpi profetik, artinya Tuhan sudah memberi peringatan kepada Pilatus melalui mimpi kepada istrinya, tetapi kenyataannya dia tidak peka terhadap peringatan istrinya itu. Dalam kenyataan orang percaya sering menerima pesan melalui mimpi, tetapi kadangkala kurang memper-hatikan atau tidak peka, sehingga pesan itu berlalu dan terlupakan, namun biasanya nanti disadari bila suatu peristiwa terjadi dalam hidup, maka kita langsung mengingat pesan mimpi itu. Seperti  Tuhan   menggunakan mimpi sebagai sarana untuk menyatakan kehendak-Nya yaitu  mimpi Yusuf dan Firaun (Kejadian 37:5-10; 41:15-36).

Karena itu sebagai keluarga Kristen, marilah kita membangun iman agar peka terhadap Firman, baik melalui mimpi maupun melalui pengalaman hidup kita setiap hari. Jangan jadikan mimpi hanya untuk rumusan “togel”, tapi berdoa dan berupaya untuk berpikir tentang arti pesan dalam sebuah mimpi. Amin.

Doa: Ya Tuhan Yesus, tuntunlah kami untuk dapat hidup menurut kehendak-Mu dan selalu peka terhadap Firman yang Engkau pesankan kepada kami. Amin.