Hiduplah Benar

Kejadian 49:3-7

Dalam tradisi Israel anak sulung mempunyai derajat tertinggi sesudah bapaknya. Dan hak anak sulung sangat dihargai (Kej. 25:25-34:27). Ayat 3 dalam bacaan kita pada saat ini mene-gaskan bahwa anak sulung sebagai tanda keperkasaan, kekuatan dan kegagahan seorang ayah. Ruben adalah anak sulung Yakub. Akan tetapi hak kesulungannya dicabut oleh ayahnya Yakub dan diberikan kepada keturunan Yusuf (1 Tawarik 5:1). Ruben telah berbuat dosa, ia tidur dengan Bilha yang adalah gundik dari ayahnya Yakub. Sehingga Ruben kehilangan wibawa sebagai pemimpin untuk mempengaruhi adik-adiknya.

Begitu pula halnya dengan Simeon dan Lewi anak ke- dua dan ke-tiga dari Yakub ini, mengandalkan kekuatan mereka. Dengan kekerasan mereka membantai penduduk Sikhem dan mengatur strategi untuk menipu. Hal ini tidak disukai oleh Yakub ayah mereka. Sehingga kata-kata kutukan Yakub terjadi ketika mereka berada di tanah Kanaan, sedangkan suku Simeon tertindas oleh suku Yehuda dan suku Lewi tidak menerima pembagian wilayah. Dan mereka akan melayani sebagai Imam

Perenungan ini mengingatkan kita sebagai keluarga Kristen untuk hidup benar dengan mendengarkan dan melaksanakan kehendak Kristus dalam hidup keseharian. Sebagai anak-anak jadilah anak yang takut akan Tuhan, mengasihi orang tua dan semua orang. Serta tidak berbuat hal-hal yang tidak menyimpang dari kehendak Tuhan hingga hidup kita diberkati. Amin.

Doa: Tuhan Yesus terangilah kami dengan Roh Kudus agar kami berjalan pada jalan yang sesuai kehendak-Mu. Amin.