Pembawa Pesan adalah Sarana Komunikasi yang Penting

Kejadian 50:16a

Jembatan dibangun untuk dapat menghubungkan tempat yang satu dengan tempat yang lain, dapat  mempermudah atau memperlancar transportasi. Demikian juga dalam berkomu-nikasi, dibutuhkan orang lain yang dapat menjembatani hubungan seseorang dengan yang lain, bisa sebagai pembawa pesan untuk menyampaikan suatu maksud. Apalagi jika ada hal-hal yang menghalangi kelancaran komunikasi dari kedua pihak. Peran pembawa pesan sangat penting karena dapat membantu mengkomunikasikan apa yang dimaksud atau apa yang dipesankan. Jika pembawa pesan salah menyampaikan atau mengkomunikasikannya maka bisa berdampak negatif sebalik-nya jika pesan yang disampaikan sesuai dengan yang dimak-sudkan akan memberi dampak yang positif bahkan dapat membantu menyelesaikan masalah.

Saudara-saudara Yusuf menggunakan orang lain untuk mengkomunikasikan maksud mereka dan menjembatani hubungan mereka dengan Yusuf. Ini merupakan cara yang  baik dan bijaksana. Mereka tidak membiarkan prasangka menguasai mereka tetapi mencari cara untuk dapat berkomunikasi dengan Yusuf. Pihak ketiga digunakan sebagai pembawa pesan dan hal ini merupakan suatu strategi yang positif untuk membangun komunikasi yang efektif.

Sebagai keluarga Kristen kita perlu membangun komunikasi yang positif. Jika ada hal yang merintangi hubungan baik satu dengan yang lain janganlah mendiamkannya hingga berlarut-larut tanpa ada komunikasi yang dapat mendamaikan. Belajar dari saudara-saudara Yusuf kitapun kiranya berupaya untuk menciptakan relasi yang baik. Kita bisa menggunakan orang lain sebagai media berkomunikasi tapi kitapun dapat menjadi jembatan penghubung yang membawa pesan untuk membangun dan mengutuhkan hubungan. Amin.

 Doa: Tuhan pakailah kami untuk dapat menjadi jembatan penghubung bagi terciptanya komunikasi dan relasi yang baik agar  kami selalu hidup rukun dan damai. Amin.