Kerendahan Hati dan Kesadaran Diri

Matius 3:14

Waktu Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis, Yohanes berkata: ”Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu”. Ungkapan ini memiliki arti yang sangat dalam: Pertama, Yohanes sudah tahu bahwa dia diutus hanya untuk mem-beritakan tentang akan datang seseorang nanti, dan kini sudah datang dan berhadapan dengan dia. Kedua, Yohanes merasa tidak layak untuk membaptis Yesus, yang dapat memberi arti bahwa Yesus tidak perlu dibaptis, tetapi dia yang harus dibaptis. Di sini kita melihat kerendahan hati Yohanes, sekaligus kesadaran tentang “siapa dirinya dibandingkan dengan Yesus”.

Kita telah hidup di zaman yang super modern sekaligus “sarat” dengan kompetisi untuk mencapai kepentingan diri dan kelompok kita. Tak jarang kita sebagai manusia di dalamnya sebagai keluarga, sering tergoda untuk meng-halalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan. Kita terjebak untuk megutamakan diri sendiri daripada orang lain. Marilah kita sebagai keluarga Kristen tidak saja menjalankan fungsi, tugas dan tanggungjawab kita masing-masing, tetapi juga bertanggungjawab terhadap orang lain. Di sini karaktek kerendahan hati kita diuji. Karena itu, kita belajar dari Yohanes Pembaptis yang mampu menghayati fungsi, tugas dan tanggungjawabnya dengan kerendahan hati. Amin.

Doa: Ya Tuhan Yesus, kami datang memohon ampun atas dosa kami yang tergoda mengutamakan diri sendiri dan kurang mampu menghayati arti kerendahan hati dalam menjalankan fungsi, tugas dan tanggungjawab kami masing-masing. Berilah kami, kerelaan hati untuk mengutamakan orang lain sebagai bentuk pelayanan kami. Amin.