Enyahlah Iblis

Matius 16:22-23

Manusia diciptakan oleh Tuhan Allah sebagai ciptaan yang termulia. Namun karena dosa, manusia kehilangan kemu-liaannya. Untung kita punya Yesus yang  disebut sebagai Mesias yang diurapi sebagai Raja di atas segala raja.

Dalam bacaan kita hari ini Petrus tidak memahami dengan benar apa yang disampaikan oleh Yesus. Memang menurut pemahaman orang Yahudi,  Mesias datang sebagai raja orang Yahudi dan dapat menaklukkan musuh-musuh dengan perang yang gilang gemilang. Sedang Yesus memberikan pengertian tersendiri bahwa Dia sebagai raja yang bukan menjadi pemimpin Israel tetapi Yesus Raja segala raja yang harus menderita, mati dan dibangkitkan. Petrus seolah-olah jadi pahlawan sehingga ia menarik Yesus ke samping dan menegor Yesus supaya hal itu tidak terjadi dalam diri Yesus Kristus. Ia  mengetahui  bahwa Petrus telah dirasuk oleh iblis yang pernah mencobai Yesus di padang gurun pasir.  Iblis memakai Petrus untuk menyimpang pada ketaatan kepada Allah yang mengutus-Nya. Karena itu Yesus dengan tegas mengatakan kepada Petrus: “Enyalah Iblis” Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku”, Petrus hendak menjatuhkan kewibawaan Yesus. Petrus bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah melainkan apa yang dipikirkan manusia. Petrus dingatkan untuk kembali kepada Tuhan dan bukan untuk memikirkan hal duniawi seperti kedudukan dari seorang murid.

Sebagai keluarga Kristen dinasihatkan agar supaya dosa jangan menguasai kita, karena manifestasinya dapat dipakai oleh iblis untuk mempengaruhi orang-orang yang percaya kepada Kristus. Marilah kita memohon kepada Roh Kudus supaya kita tidak jatuh ke dalam pencobaan. Amin.

Doa: Ya Bapa, tolonglah kami untuk tidak memberi kesempatan kepada iblis supaya kami tidak jatuh ke dalam pencobaan. Ajarilah kami untuk tetap setia kepada Tuhan. Amin.