gmim.or.id –  Jumat  (18/11/2016) pukul 11.00 s/d 14.00 Wita bertempat di Aula Lantai 3 Kantor Sinode GMIM Sosialisasi Superbook Edisi Natal berlangsung sukses, dimana sosialisasi ini diawali dengan ibadah pembukaan, dipimpin Sekretaris Departemen Kemitraan dan Dialog Pdt. Melky Tamaka, STh.

Project Manajer Cahaya Bagi Negeri (CBN) Indonesia Yoseph K. Tandian dalam sosialisasi mengatakan, media sosial sudah memasuki arus media augment reality dan virtual reality. Dikuatirkan, akan didominasi situs-situs porno yang bukan tidak mungkin diakses anak-anak. “Superbook menjadi solusi untuk menangkal arus dominasi augment reality dan virtual reality yang berkembang pesat saat ini. Ini adalah bagian dari apa yang disebut Tsunami Digital.  Saat ini, Gereja perlu membuat sesuatu yang strategis untuk 5 hingga 10 tahun kedepan,” ungkap Tandian.

Ditambahkannya, Superbook hadir di GMIM sebagai persembahan dari Christian Broadcasting International (CBN). Di Indonesia CBN dinamakan Cahaya Bagi Negeri. “Kurikulum Superbook  kami tidak jual belikan. Tapi kami sediakan bagi Gereja yang mau menggunakannya, tanpa biaya apapun. “Ada sponsor,” ujarnya singkat ketika ditanya soal pembiayaan Kurikulum Superbook.

Mewakili KPA Sinode GMIM, Wakil Asisten Bendahara Pnt. Johny Suatan mengingatkan, Kurikulum Superbook ibarat “suplemen tambahan” dalam pelayanan. “Makanan pokoknya adalah Bina Anak yang terbit dua kali dalam setiap satu tahun pelayanan. Maksudnya, Bina Anak dipergunakan dalam ibadah sekolah minggu. Superbook digunakan di ibadah pondok gembira atau ibadah-ibadah lainnya sebagaimana yang kita ketahui selama ini,” ungkap Ketua KPA Wilayah Tondano Dua ini.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here